09 Desember 2008

rumput angin


Tanaman ini mempunyai nama latin yang keren: tillandsia usneoides.Nama bekennya: spanish moss. Bagaimana tampilannya bisa dilihat pada foto. Bentuknya seperti rerumputan berwarna hijau,tergantung tanpa akar. Dia masuk dalam keluarga bromelia. Bagiku yang sangat awam,tanaman ini sangat mempesona.

Tanaman dalam pemahamanku selalu mempunyai akar,atau mempunyai bentukan serupa akar. Fungsinya adalah tempat bergantung dan mencari makan. Nah,akar spanish moss ini mana? Kutelusuri aneka bacaan. Karena terbatas (baik sofware maupun hardware), aku lantas mengambil keputusan sendiri: sama seperti bromelia lain,spanish moss ini menyerap (meng-absorb) kelembaban di sekitarnya. Sekaligus ia akan mendapatkan hara dari sana.

Pertanyaan seorang teman selanjutnya ternyata sangat mengusikku: “apakah rumput angin (ia membahasakan spanish moss itu demikian) makan angin?” Tentu saja memang begitu adanya. Dan bagaimana proses unsur hara ke tanaman,aku tidak paham. Cuma satu yang jelas: spanish moss itu makan angin tidak seperti kita yang adakalanya harus makan angin...

04 Desember 2008

plastik dan daun

Sudah ada perintah untuk memisahkan sampah serasah dan sampah plastik. Perintah itu sejelas tujuan pemisahan itu: agar alam tidak terkotori,karena sampah plastik sulit terurai. Toh dua macam sampah itu masih teronggok dalam satu tumpukan.

Pemandangan itu menyiratkan bahwa Pencipta berlaku adil. Kebebasan diberikan kepada manusia,beserta segala konsekuensinya. Serasah mudah mengotori,namun mudah pula diterima alam kembali. Plastik sungguh mempermudah kehidupan manusia,sementara alam harus bersusah payah menerimanya...

Tertunduk melihat onggokan itu,aku sebetulnya memandang kemanusiaanku sendiri.Kelemahanku terbentang:aku hanya senang memikirkan perkara jangka pendek. Bahkan mungkin sesuatu yang sangat jelek:aku hanya mau enaknya saja.

03 Desember 2008

bunga bambu?


Akhirnya misteri itu membuka dirinya juga kepadaku. Beberapa hari yang lalu aku berhasil melihat bunga bambu! Ada 2 jenis bambu yang berbunga saat itu. Saking gembiranya,aku tidak memperhatikan (apalagi mencatat,apa jenis bambunya). Pokoknya,aku melihat bunga bambu.



Dari penduduk setempat,aku mendapat info bahwa keberadaan bunga bambu tetap menjadi tanda tanya besar. Satu pendapat mengatakan,bambu hanya akan berbunga kalau pohonnya rusak berat dan tidak mampu menghasilkan rebung; pendapat lain mengatakan mustahil bambu berbunga di musim hujan. Toh waktu-lah yang membenarkan pendapat pertama meski kulihat sendiri rumpun bambunya masih sehat.



Pada saatnya, kelak, bambu akan membuka rahasianya padaku.

bermain catur


Dua lelaki di seberang jalan tampak tak peduli pada keramaian siang itu. Mereka asyik bermain catur. Seperti anak kecil, mereka saling meledek dan tertawa bersama. Jelas ada kegembiraan di sana. Aku heran,kenapa mereka tak berhenti untuk makan siang? Hanya rokok berbatang-batang yang mereka habiskan.



Tiga jam berlalu. Aku harus meninggalkan rumah sakit, meninggalkan istriku sendirian karena pakaian kotor dan kain-kain untuk keperluan bersalin istriku harus dicuci. Ada 3 becak kosong. Aku berdiri dekat becak itu dengan harapan pemiliknya yang akan menawariku untuk diangkut.



Satu dari lelaki itu bangkit dari kursinya dan menjumpaiku. Katanya: “Ke mana,mas?”



Usai menyebutkan alamat,aku balik bertanya, “Caturnya kok ditinggal,pak? Sejak tadi aku amati, sampean sangat senang.”



“Waduh,mas, ya lebih senang dapat momotan...”